AKSI “SABER’24” DIMULAI

Aksi “SABER’24” atau Sanggau Bebas Rabies pada tahun 2024 melalui SMS (Serentak, Masif dan Seluruhnya) dimulai dengan pelaksanaan rapat koordinasi  yang melibatkan seluruh stake holder baik horizontal maupun vertical. Rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang musyawarah kantor Bupati Sanggau (21/1/2020), dipimpin langsung oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi, S,IP, M.Si dan dihadiri oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Forkompimda Kabupaten Sanggau, Seluruh Kepala Perangkat Daerah, Karantina Hewan, para Camat, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kelompok Pencinta Binatang, Perusahaan Perkebunan, dan perwakilan dari pihak Bank yang ada di Kabupaten Sanggau.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sanggau menekankan bahwa SABER’24 merupakan inovasi dalam penanggulangan rabies di Kabupaten Sanggau. Rabies sudah menjadi perhatian nasional karena sudah menjadi bagian bencana nasional, oleh karena itu diperlukan kerjasama dari semua pihak (massif) dalam pelaksanaannya. Sanggau pada tahun 2014 sudah dinyatakan bebas dari rabies, tapi seiring waktu kasus tersebut kembali terulang dan pada tahun 2019 ini sudah 8 orang yang menjadi korban meninggal. Mengingat bahayanya, Bupati juga menekankan keseriusan dari semua elemen masyarakat sampai ketingkat bawah untuk menggencarkan sosialisasi dan memberikan kesadaran kepada masyarakat. Sanksi tegas mulai dari eliminasi hewan penular rabies hingga masuk dalam ranah hukum akan diterapkan kepada setiap orang yang coba menghalang-halangi dilaksanakannya vaksinasi terhadap HPR ini atau bahkan membuat kelalaian yang menyebabkan meninggalnya orang lain akibat dari rabies ini.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, H. Syafriansah, SP, MM menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan dari SABER’24, setelah rakor ini akan segera dilaksanakan rapat pemantapan aksi, aksi dilapangan langsung dengan pelatihan tenaga vaksinator serta pemenuhan kebutuhan sarana dan personil dalam menunjang kegiatan ini.

Dukungan sepenuhnya juga datang Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten berupa personil maupun sarana prasarana untuk mendukung suksesnya kegiatan ini.

Anda mungkin juga berminat Berita Lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.