Desa Bahta Diharapkan Jadi Contoh Pengembangan Kebun Karet

Dalam usaha peningkatan pengetahuan dan keterampilan pekebun khususnya pekebun karet, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Bahta Kecamatan Bonti melaksanakan pelatihan petani dan pelaku agribisnis. Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis tersebut  melibatkan 45 orang pekebun karet, 25 orang diantaranya merupakan kelompok tani Sekayam Jaya, penerima bantuan peralatan pasca panen karet dari Disbunnak pada  tahun anggaran 2020 diantaranya hand mangel, pisau sadap, mangkok sadap, ring mangkok sadap dan kelengkapan lainnya. Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari yakni 14-15 Juli 2020 bertempat di Kantor Desa Bahta Kecamatan Bonti. Sebagai narasumber pelatihan selain dari Disbunnak sendiri juga melibatkan pelaku usaha PT. Kirana Prima. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau berkesempatan membuka secara resmi acara tersebut, selasa (14/7/2020). Dalam sambutannya Kepala Dinas Bunnak, H. Syafriansyah, SP,MM selain menjelaskan tentang kebijakan pembangunan perkebunan dan peternakan di Kabupaten Sanggau, juga menaruh harapan kepada peserta pelatihan agar memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan kebun karetnya baik dari segi budidaya, pasca panen hingga pemasarannya. “sebagai tindak lanjut dari bantuan peralatan pasca panen, maka dilatihlah petani untuk pemanfaatannya serta mengembangkan ilmu budidaya, karna ilmu terus berkembang”. lebih lanjut Kadis Bunnak mengatakan bahwa “dilibatkannya pelaku usaha pada pelatihan ini diharapkan bisa membantu para pekebun karet untuk mendapatkan nilai jual dari produksi karetnya yang bisa bersaing dipasaran dengan peningkatan kualitas dari produk karet yang dihasilkan oleh pekebun”. Kedepan Desa Bahta bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam hal pengembangan kebun karet.

Anda mungkin juga berminat Berita Lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.