Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau kembali memperoleh dukungan program dari Pemerintah Pusat melalui dana aspirasi anggota DPR RI Komisi IV, Paolus Hadi. Bantuan tersebut berupa pengembangan kelapa dalam seluas 100 hektare dengan total 11.000 butir bibit yang disalurkan kepada petani di sejumlah kecamatan
“Kabupaten Sanggau mendapat alokasi kelapa dalam seluas 100 hektare dengan jumlah bibit 11.000 butir, yang hari ini kita serahkan secara simbolis kepada perwakilan petani. Bibit tersebut telah diterima petani sebagai langkah awal pengembangan komoditas perkebunan daerah,” ujar Kepala Disbunnak Sanggau, Syafriansyah, Senin (22/12/2025).
Bantuan bibit kelapa dalam tersebut disebarkan ke empat kecamatan, yakni Parindu, Kapuas, Mukok, dan Jangkang. Selain bibit, petani juga memperoleh dukungan pupuk organik sebagai stimulan percepatan penanaman.
“Selain bibit kelapa, juga dibantu pupuk organik sebanyak 33 ton sebagai starter untuk mempercepat penanaman di lapangan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberhasilan tanam petani,” katanya.
“Ini bantuan dari Kementerian Pertanian beserta Dirjen dibawahnya untuk memastikan kelompok tani dan nelayan terutama dukungan Pemerintah akan bahan produksi Kepala Dalam,” ujar Paolus Hadi,
Menurutnya, Kelapa Dalam merupakan bagian penting hilirisasi yang akan terus dibudidayakan Pemerintah, selain Kelapa Sawit. Ia berharap, dengan bantuan tersebut, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan lokal.
“Saya harapkan, masyarakat kita menanam ini agar mampu paling tidak memenuhi kebutuhan lokal Kelapa Dalam yang saat ini permintaannya cukup tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, Ia juga menyampaikan, Pemerintah bakal membantu mewujudkan tanaman Kelapa Dalam seluas 100 hektar di Kabupaten Sanggau. Ia juga berharap, bantuan ini dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Sanggau.
Penyaluran bibit kelapa dalam ini sendiri sudah dilaksanakan pada awal Desember yang diawasi oleh Tim dari BPDP Pontianak serta Disbunnak Kabupaten Sanggau agar penyaluran ini sesuai dengan kelompok penerima bantuan.







